Uzbekistan
- Ayu Damayanti
- Mar 27, 2023
- 16 min read
Oleh Aris Tayu (Stavanger, 27.03.2023)
Cerita perjalanan lama di Uzbekistan. Agak panjang karena aku tulis semua yang aku ingat, biar lebih alami tulisannya. Met berpuasa Ramadhan temen2 semua, maaf lahir bathin :)
Setelah gagal keluar bandara Nursultan Nazarbayev, Astana, Khazakstan dan diintergosasi selama kurang lebih 4 jam, akhirnya disuruh nunggu di dalam bandara şampai penerbangan berikutnya ke Taskhent besok paginya. Jalan2 şantai muterin bandara, liat2 sambıl cari makanan buat makan malam. Ketemu resto kecil dengan etalase kaca, ternyata jual daging kuda, lalu pesen 2 potong irisan daging kuda (besbarmak), daging kuda yang direbus, dan seporsi pilaf, kayak nasi goreng dengan daging plus saus tomat saset. Daging kuda merupakan makanan utama di Khazakstan, melebihi daging domba, sapı, maupun onta. Rasa daging kuda datar saja dan disajikan dingin. Setelah kenyang, duduk2 saja, selonjoran.Tiap 2-3 jam sekali seorang petugas bandara mendatangiku, memastikan akü baik2 saja, mungkin juga buat ngecek apa akü kabur, sesuai prasangka mereka kalau akü punya 2 paspor dan bermaksud masuk Khazakstan secara illegal :) Pagi pun tiba, Uzbekistan airlines take off dan setelah sekitar 2 jam penerbangan, pesawat mendarat di bandara Islam Karimov Tashkent International Airport. Dan seperti biasa, ngantri check out. Lalu giliranku, dan sudah kuduga paspor ngak bisa di-scan petugasnya setelah beberapa kali nyoba. Sempat kepikiran bakal ngak bisa maşuk Uzbek, kayak kasus sebelumnya di Khazakstan. Lalu petugas keluar darı posnya, sambıl bawa pasporku dan dışkusi dengan temen2nya. Sebelum mereka memutuskan akü ngak boleh masuk Uzbek, akü jelasin ke mereka kalau paspor itu aslı, tapi memang bahannya jelek, dan harus dimasukkan manual angka2nya, akhirnya diapproved, alhamdulillah:) Lalu beli 2 juta som (mata uang Uzbek), hanya dengan 2k nok :) Keluar bandara, cari taksi menuju tempat rental mobil di pusat kota Taskhent, butuh sekitar 20 menitan. Dapat mobil Chevrolet putih. Orang Uzbek şuka pakai Chevrolet atau Lada yang buatan Rusia. Banyak şekali mobil2 tahun tua yang masih berkeliaran di jalan. Di kaça belakang mobil ada sticker beşar Sixt, nama perusahaan penyewaan mobil, jadi semua orang di jalan bisa tahu kalau mobil yang akü pakai adalah mobil sewaan. Mungkin untuk promosi. Lalu menuju sebuah hotel di sentrum. Malamnya makan di sebuah resto tidak jauh darı hotel. Pilih menu kambing bakar dan sate hati sama sup kambing. Ketemu dan ngobrol dengan beberapa orang Mainland China yang lagi dinas di Taskhent. Secara umum makanan di Uzbekistan memuaskan, dan selalu disediakan seteko teh hangat, kayak di Jepun kalau kıta makan sushi, şelalu ada green tea hangat menemani. Harganya pun çukup miring untuk kantong Norway. Esok harinya checkout darı hotel, menuju ke Samarkand. Mampir di mesjid Minor buat jumatan.

Mesjid kebanggan warga Uzbek, dibangun summer 2013, selesai dan diresmikan pas idul adha 2014 oleh presiden Uzbek, Islam Karimov. Bergaya arsitek oriental Uzbek yang khas dengan marmer putih, dengan dua minaret setinggi 38 m, dan bisa menampung sampai 2400 jamaah, menjadikan mesjid terbesar di Uzbek. Terdiri dari dua lantai, dengan kubah besar di tengahnya dengan hiasan kaligrafi, bersih dan nyaman buat beribadah. Di sekitar mesjid ada taman luas, parkiran juga luas, beberapa kios jualan perlengkapan sholat. Taman mesjid ini sering dijadikan tempat hangouts masyarakat sekitar maupun kunjungan para wisatawan. Lalu lanjut perjalanan ke Samarkand. Jalanan lumayan rame, kadang mulus, kadang beberapa bagian bolong. Banyak kebun kapas di sepanjang perjalanan. Uzbek memang penghasil kapas nomer 8 dunia. Di Uzbek ada kebiasaan sharing transport. Jadi di perempatan banyak orang yang nunggu mobil (pribadi) yang menuju ke suatu tempat, lalu mereka nego harga, lalu naik, dan begitu sampai tujuan, kasih uang sesuai perjanjian. Bagus juga sistemnya, saling menguntungkan dan mungkin agak merugikan angkutan umum. Aku sempat nyoba, berhenti di pertigaan, dan ada seorang bapak dan anaknya, lalu aku bilang aku mau ke arah Samarkand, kalau mau bisa bareng, gratis (pakai inggris). Bapaknya agak bingung dan ngak bales. Mungkin akü dikira penculik :), akhirnya aku kabur. Kebanyakan orang Uzbek ngak bisa Inggris, cuman bisa Russisk, yang mungkin malah menguntungkan buat turis yang melanggar aturan :) Nginep semalam di Samarkand. Hotelnya bagus, rimbun, dan makanan juga enak. Esoknya checkout lalu explore Samarkand. Melihat Samarkand, seperti kembali ke masa silam. Kota ini merupakan kota penting yang dilalui jalan sutra. Pedagang China pertama sampai Samarkand pada abad 2 BC. Samarkand terletak di lembah sungai Zarafshan, yang mendapat limpahan air dari salju yang meleleh di pegunungan sekitarnya, sehingga darı dulu Samarkand sangat maju dalam irigasi. Banyaknya bangunan2 indah pada masa itu menjadikan Samarkand kota paling penting dan paling indah di Asia Tengah. Bahkan menurut seorang sejarawan Persia, Ata Malik Juvaini pernah menulis,' seandainya bisa dikatakan bahwa surga itu bisa dilihat di dunia ini, maka surga dunia itu adalah Samarkand'. Islam masuk Samarkand, pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz berkuasa. Ketika masyarakat Samarkand yang non muslim mendengar tentang khalifah Umar bin Abdul Aziz yang jujur dan amanah, lalu mereka mengirim utusan ke Baghdad. Banyak tokoh2 penting yang pernah tinggal di Samarkand, termasuk Alexander the Great, Ibnu Batutta, explorer müslim terbesar dari Berber-Maghrebi, Maroko, juga Marco Polo. Alexander the Great menguasai Samarkand pada 329 BC, waktu itu namanya Maracanda. Dia memperkenalkan budaya klasik Yunani di sana. Ibnu Batutta menyebut Samarkand sebagai 'one of the greatest and finest of cities, and most perfect of them in beauty'. Marco Polo, seorang pedagang darı Venice yang memulai perjalanannya diusia 17 tahun bersama ayah dan pamannya, menyusuri jalur sutra, dengan tujuan utama menemui Kubilay Khan. Setelah expedisinya selama 24 tahun, dia menulis sebuah buku : "Book on the diversity of the world", yang dijadikan bükü panduan oleh Columbus, yang menemukan benua Amerika dan mengira itu adalah India, sehingga penduduknya aslinya disebut Indian :) Di dalam bukunya, Marco Polo menceritakan tentang Samarkand sebagai a great city, keren, banyak kebun buah, dan pasar2. Juga disebutkan, tidak hanya muslim yang tinggal di sana, tapi juga Nasrani, dan mereka sangat toleran satu sama lainnya. Kota2 yang dilalui Marco Polo di Uzbek diantaranya Urgench, Bukhara, Shakhrisabz, dan Samarkand. Samarkand didirikan pada abad 7 BC, dan merupakan salah satu kota tertua di Asia Tengah. Selama lebih darı 2000 tahun menjadi kota penting penghubung perdagangan Barat dan Timur, melalui jalur sutra. Menjadikan Samarkand sangat kaya akan budaya dan agama (Zoroastrianism, Kristen, Buddha, Hindu, dan İslam). Dan merupakan pusat study İslam darı abad ke 8, sampai akhirnya dihancurkan Jenghis Khan pada 1220, hingga rata dengan tanah. Bangunan2 yang ada sekarang dibuat untuk menghormati Amir Timur, yang membangun kembali Samarkand, dan menjadikan ibukota Kekaisaran Timuride pada 1370. Amir Timur atau Timur Lenk, keturunan Turki Mongol, seorang penakluk dan penguasa Asia Tengah abad 14, masih keturunan Jenghis Khan. Hero nomer satunya Uzbek. Timur yang berarti besi (mongol), Lenk berarti pincang. Seorang muslim suni, pengikut tarekat Naqsabandiyah. Menghabiskan 35 tahun dalam berbagai pertempuran. Kekuasaannya mencapai wilayah Mongol, laut Kaspia, Ural, Volga, Persia, Irak, Azerbaijan, Armenia, Georgia, bahkan sampai India. Dia bawa 90 ekor gajah dari India untuk mengangkut marmer buat membangun mesjid Bibi Khanym yang masih bisa saksikan sampai sekarang di Samarkand. Mesjid ini dibangun pada 1399-1404, dan dipersembahkan untuk istri Timur. Yang paling mashur adalah perseteruannya dengan sultan Ottoman masa itu, Yildimir Bayezid I, lewat perang Ankara pada 20 Juli 1420 yang dimenangkan oleh Timur. Meski sama2 muslim, Timur berpendapat bahwa pemimpin haruslah seorang saja :) Akhirnya Bayezid I jadi tawanan. Dan oleh barat yang tidak suka Ottoman, cerita tentang Timur dan Bayezid I suka dijadikan petunjukan opera2 mereka dengan tambahan yang aneh2, misalnya Timur lagi makan daging dan tulangnya dikasih ke Bayezid yang diikat kakiknya di bawah meja. Timur wafat pada 1405 saat melakukan pertempuran dengan Dinasti Ming. Tempat2 keren di Samarkand diantaranya Registon Square, jantungnya Samarkand. Registan berarti gurun (persian). Terdiri darı 3 bangunan madarasah (sekolah islam) jaman dulu, yang dibangun pada masa yang tidak sama. Dengan arsitek khas timur, dengan pintu gerbang kotak, dengan pintu terbuka melengkung, dengan dinding dihiasi marmer2, keren sekali. Ketiga madarasah itu ialah: Ulugh Beg (1417-1420), Sher-Dor (1619-2636),dan Tilya-Kori (1646-1660).Tapi Sayangnya, ketiga madarasah itu sudah tidak ada, tinggal bangunannya saja yang sekarang dipakai buat jualan souvenir :) Saat weekend, Registon square ini dijadikan tempat foto2 pasangan yang baru menikah, karena di samping bersejarah, juga bagus buat background. Di dekat Registan ada makam Amir Timur. Bangunannya mirip mesjid dengan kubah hijau dan dua menara, dan menjadi inspirasi pembangunan banyak monumen, diantaranya Taj Mahal di Agra, India yang dibangun oleh Dinasti Mughal, yang masih keturunan Amir Timur.
Lalu tidak jauh darı situ, ada mesjid Bibi Khanym. Pada abad 15, mesjid ini merupakan salah satu mesjid terbesar dalam İslam, merupakan maha karya jaman Dinasti Timur. Sayangnya mesjid ini sudah ngak aslı lagi, dan dibangun lagi pada masa Uzbek menjadi bagian Soviet (1924-1991).
Di dekat mesjid ini ada pasar tradisional, namanya pasar Siyob. Kayak pasar tradisional di Indonesia, tapi lebih rapi dan bersih dengan pengelompokan barang dagangan.
Sempat makan siang di sebuah warung deket pasar. Menunya Plov, makanan nasional Uzbek. Kayak nasi goreng, tapi minyaknya buuanyak banget, sampe warnanya item, karena proses pembuatannya memang lama. Biasanya dicampur daging sapı dan irisan kentang goreng. Rasanya lumayan enak, meski ngak sehat:)

Tidak jauh darı sini, ada komplek pemakaman. Beda banget dengan pemakaman di negara2 muslim lain yang sederhana. Di Uzbek, makamnya mewah, pakai marmer gede2, lalu ada gambar orang yang meninggal. Bersih dan tidak menakutkan, meski jalan2 sendirian di tengah makam :)

Semua tempat di ataş bisa diexplore dengan jalan kaki saja, karena letaknya berdekatan. Jadi cukup cari tempat parkir, lalu muter2 sampai selesai.
Tokoh lain dari Samarkand yaitu Syeikh Jumadil Kubro yang punya peran penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Beliau adalah bapaknya Maulana Malik Ibrahim, kakeknya sunan Ampel dan sunan Giri, kakek buyutnya sunan Bonang dan sunan Drajat:)
Siang menjelang sore lanjut perjalanan ke arah timur laut, butuh waktu sekitar sejam menuju makam Imam Bukhari, ulama hadish kelas wahid :)
Namanya Muhammad, bapaknya bernama Isma'il, kakeknya bernama Ibrahim. Leluhurnya dari Persia dan majusi. Beliau lahir di pada hari Jumat, 13 Syawal 194H atau 21 Juli 810.
Waktu lahir, beliau dalam keadaan buta. Ibunya terus berdoa supaya Bukhari kecil sembuh dan bisa belajar hadish. Berdoa setiap hari, hingga suatu malam ibunya bermimpi bertemu nabi Ibrahim, yang menyampaikan bahwa Allah telah mengabulkan doanya. Paginya ketika bangun, ibunya langsung menemui imam Bukhari dan mendapati beliau sudah bisa melihat lagi.
Bapaknya juga seorang ulama hadish meski tidak sempat menuliskan dalam sebuah buku. Salah satu hal yang membuat keberhasilan imam Bukhari disamping peran ibunya, peran sang ayah yang selalu memberi makanan dari rejeki yang jauh dari haram bahkan dari yang subhat. Bapak imam Bukhari meninggal ketika beliau masih kecil.
Di usia 16 tahun Bukhari melakukan ibadah haji bersama ibu dan kakak laki2nya. Setelah selesai haji, ibu dan kakaknya pulang kembali ke Uzbek, sementara Bukhari menetap selama 2 tahun di Mekah untuk belajar hadish. Di usia 18 tahun beliau pindah ke Madinah, lalu terus mencari ilmu ke berbagai wilayah seperti Syria, Mesir, Kufah, Basra, dan Baghdad.
Imam bukhari menulis banyak buku, diantaranya : Al Jaami As Sahih atau dikenal Sahih Bukhari, At Taikh Al Kabir, At Tarikh Al Ausat, At Tarikh As Soghir, Al Kuna, Adh Dhuafa, Al Adab Al Mufrad, Al Qiraat Khaifa Al Imam. Yang paling populer ya Sahih Bukhari.
Setelah beliau selesai menulis Sahih Bukhari, beliau menunjukkan tulisannya kepada gurunya, Imam Ahmad ibn Hambal agar dicek dan disetujui.
Imam Bukhari butuh waktu selama 16 tahun (dari usa 23 tahun), di bawah bimbingan sekitar 1080 guru. Memilah 600 ribu hadish menjadi 7563 hadish sahih.
Sebelum beliau memutuskan suatu hadish adalah sahih, beliau mandi, berwudhu, sholat istiqarah 2 rakaat meminta petunjuk Allah. Setelah yakin, baru beliau menuliskan hadish tersebut. Beliau menulis hadish di raudah (tempat antara mimbar dan makam rasulullah) di mesjid Nabawi.
Dalam menyusun hadish Imam Bukhari memakai metode yang sangat ketat. Diantaranya, semua perawi hadish haruslah orang yang adil, semua perawi harus mempunyai ingatan yang kuat, jalur hadish harus lengkap tanpa ada perawi yang hilang, harus diketahui bahwa antar perawi langsung harus pernah bertemu.
Kalau jaman sekarang, tugas Imam Bukhari ini penting banget, buat menyaring apa suatu info itu hoax apa tidak. Banyak muslim, yang entah iseng, mungkin dia pikir niatnya baik, tapi berbohong ke banyak orang.
Suka dapat forward dari temen muslim negara lain, trus mereka bilang: masyaaAllah, keren nih orang Indonesia:)
Misalnya, ada orang Indonesia sedang adzan di acara British got talent, lalu semua jurinya pada nangis terharu. Aku bilang itu hoax, mana ada orang adzan nyasar di acara itu :)
Imam An Nawawi menyatakan bahwa semua ulama sepakat bahwa Sahih Al Bukhari merupakan kitab paling sahih, paling otentik, dan kitab yang paling sering dibaca setelah Al Quran.
Kebayang kan pahala yang mengalir ke Imam Bukhari ini, setiap detik beliau akan terus dapat pahala sampai hari kiamat, dari semua muslim yang mengamalkan hadish2 yang beliau tulis.
Hadish pertama yang beliau tulis (vol. 1, book 1, hadish 1) ialah tentang segala amalan tergantung dari niatnya. Hadish ini ditulis di kubah di dalam museum yang berada di komplek makam beliau.
Dalam perjalanan penulisan hadish tidak sedikit ulama lain yang tidak menyukainya dan memfitnah beliau. Akhirnya beliau balik ke kampung halamannya di Bukhara.
Di Bukhara, ujian belum berakhir. Penguasa Bukhara minta supaya beliau datang ke tempat penguasa dan mengajari anak2 penguasa itu. Imam Bukhari menolak, karena beliau tidak mau ilmunya hanya untuk orang2 tertentu saja.
Akhirnya beliau diusir dari Bukhara. Beliau meninggalkan Bukhara menuju Samarkand ke arah selatan. Beliau sempat berhenti di Khartank, sekitar 25 km dari Samarkand. Di sana beliau merasa sedih dan sempit hidupnya, akhirnya beliau meninggal pada malam takbiran, 1 Syawal 256H atau 1 September 870 diusia 60 tahun.
Pada malam beliau meninggal, seorang ulama bermimpi bertemu Rasulullah bersama para sahabat yang sedang menunggu seseorang di sebuah gerbang. Setelah memberi salam si ulama bertanya kepada Rasulullah tentang mengapa beliau dan para sahabat berada di situ. Rasulullah menjawab bahwa beliau sedang menunggu Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, alias Imam Bukhari. Luar biasa bukan ?
Ulama lain pernah bermimpi, beliau melihat Imam Bukhari berjalan di belakang Rasulullah. Dan dalam melangkah, tapak kaki Imam Bukhari selalu menginjak jejak kaki Rasulullah. Itu pertanda bahwa hadish yang ditulis Imam Bukhari sahih alias sesuai dengan apa yang diucapkan Rasulullah.
Salah satu murid Imam Bukhari ialah Imam Muslim, yang bertemu beliau pada tahun 864 atau 250H. Beliau menghasilkan sahih Muslim yang merupakan kitab hadish kedua terbaik setelah Sahih Bukhari.
Pada 2020, di komplek makam beliau didirikan Universitas Al Bukhari yang setiap tahunnya menerima 10 murid pilihan dari seluruh dunia dengan beasiswa penuh untuk belajar hadish Bukhari selama 5 tahun.

Sampai komplek makam, langsung parkir. Lalu jalan kaki sekitar 5 menitan melalui kios2 souvenir kiri kanan jalan menuju komplek. Beli tiket lalu masuk menuju pemakaman beliau yang dibuatkan bangunan segi empat dengan hiasan porselin di dinding, dengan kubah warna hijau biru Turkish.
Kebanyakan orang Uzbek tahu kalau Sukarno punya peran penting dalam penemuan makam Imam Bukhari. Tahun 50an terjadi perang dingin antara USA dan Rusia. Waktu itu pemilu di Indonesia, PKI berada diurutan ketiga. Rusia menilai Indonesia bisa menerima paham komunis :) Maka presiden Rusia waktu itu Nikita Khruschev berniat mengundang Sukarno ke Moscow, untuk pamer pada USA bahwa Indonesia yang non blok pro Rusia. Sukarno ngak bodoh, dia minta syarat. Dia mau ke Moscow asalkan makam Imam Bukhari ditemukan. Nikita menolak, begitu pun Sukarno ogah memenuhi undangan. Ceritanya, waktu Sukarno dipenjara di Ende pada 1930, dia banyak baca hadish Bukhari di hari2 sepinya di dalam penjara. Sejak itu dia begitu mangagumi Imam Bukhari. Memang kumpulan hadish Imam Bukhari ini luar biasa. Sudahlah otentik, isinya juga banyak informasi tentang kehidupan akhirat, seperti dapat bocoran atau kisi2 masa depan. Misalnya saja tentang banyaknya umat atau kaum di akhirat kelak, bahwa yang terbanyak adalah umatnya rasulullah Muhammad. Disusul umatnya nabi Musa. Ini kan benang merah, bahwa umat Kristen yang milyaran saat ini, bukanlah umatnya nabi Isa, karena memang mereka menyimpang dari ajaran nabi Isa yang sebenarnya :) Juga ada hadish, Rasulullah berkata : "Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai". Ini hadish luar biasa, di mana kıta bisa mencapai jalan pintas menuju tempat tertinggi, dengan cinta :) Secara teori kan susah untuk bisa selevel dengan orang2 alım, orang2 sholeh, apalagi para Nabi. Kalau mau sekalian di posisi yang paling tinggi, ya ngak ada jalan lain kecuali mencintai manusia terbaik yang pernah diciptakan di semesta ini, yaitu mencintai Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.Salah satunya dengan banyak2 baca sholawat :) Ada cerita. Kakak pertamaku ngefans berat sama Gus Dur. Sampai anak pertamanya dikasih nama Gus İhsan Wahid, padahal bukan darı keluarga kyai atau ulama :) Pada 30 Desember 2009, akü dapat berita kalau kakak pertamaku meninggal. Sedih banget. Lalu sorenya pas baca berita di media, ada berita kalau Gus Dur juga wafat dihari yang sama dengan kakakku. Langsung ingat hadish di atas, semoga dia bertemu lagi dengan Gus Dur, idolanya itu. Innalillahi, alhamdulillah. Dan belum lama tahu kalau kakeknya Gus Dur (bapak darı ibunya Gus Dur) ternyata orang Tayu :) Yaitu KH. Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU dan juga pendiri ponpes Denayar, Jombang. KH. Bisri Syansuri besanan dengan KH. Hasyim Asyʼari, dengan menikahkan putrinya yang bernama Solichah dan Abdul Wahid Hasyim, yang melahirkan Gus Dur. Maka darı itu, cintailah orang2 yang lebih baik darı kıta, orang2 sholeh, alım, karena kelak bisa jadi kıta bersama mereka karena cinta kıta. Kalaupun kıta suka dengan artıs atau atlet atau tokoh dunia, ngak ada salahnya, buat fun saja di kehidupan dunia yang hakekatnya hanyalah permainan dan senda gurau belaka ini :) Lanjut. Akhirnya makam Imam Bukhari yang tidak terurus ditemukan, berada di tengah kebun kapas. Dibersihkan, direnovasi, baru Sukarno ke Moscow pada 1956, lalu ke Taskhent, dan ke Samarkand, sekalian ziarah ke makam Imam Bukhari. Selesai sholat dhuhur, yang wudhunya agak jauh darı mesjid, sekalian ashar, lalu meluncur menuju Bukhara, maksi dulu di deket tempat parkir. Sempat dikerubungi para bocil, pada minta uang. Sampai Bukhara sudah malam, hotelnya deket rumah temen yang tinggal di Stavanger, anak Equinor. Tadinya dia mau nitip sesuatu buat keluarganya, tapi ngak jadi, karena dia takut aku bakal ditanya temen2nya di Bukhara yang akan menanyakan kegiatan dia di Stavanger:) Agak aneh menurutku tapi aku ngak mau tanya lebih jauh. Feelingku saja, mungkin karena sempat di bawah Rusia yang komunis selama puluhan tahun, menjadikan İslam sempat meredup di sana. Tipikal negara bekas Uni Sovyet, jatuh bangun untuk kembali ke track yang benar. Dan kini mulai tumbuh lagi meski masih belum begitu bebas dan penuh kecurigaan. Adanya larangan memelihara jenggot, masih pada jarang sholat maupun puasa, kalau ada pemuda2 muslim berkumpul, akan dicurigai, dan lainnya. Dan selama nyetir, memang tidak mudah menemukan mesjid di sepanjang jalan, kecuali di kota2 besarnya.
Habis naruh barang, jalan ke sentrumnya yang hanya lima menitan. Ketemu sebuah tempat dengan banyak resto dan toko souvenir. Deket situ ada patung Naseruddin si kocak lagi naik keledai. Lalu makan malam di sebuah resto terbuka, pilih menu domba bakar. Ukuran dagingnya jumbo, sangat mengenyangkan, plus seteko teh hangat. Total kerusakan dompet cuman sekitar 32kr :) Kota ini memang penuh sejarah, di samping İmam Bukhari, Naseruddin Hoja, juga merupakan tempat kelahiran pendiri tarekat terbesar dunia, Sayyid Bahauddin an-Naqsyabandi, yang merupakan keturunan Rasulullah darı jalur Sayyidina Husain bin Sayyidina Ali, suami Sayyidah Fatımah az-Zahra binti Rasulullah. Dia dilahirkan pada Muharram 717H atau 1317 M, di desa Qashrul Arıfan, Bukhara. Ini mengingatkan sebuah kota kecil dekat kampungku, yang hanya sejam nyetir, yang melahirkan 3 wanita legend kelas dunia, yang kisahnya tercatat dalam tinta emas literatur Europa (Portugis dan Belanda). Ada yang tahu kota mana ? :) Besok paginya explore Bukhara lagi. Ke bazaar yang jual berbagai kain sutra, baju2 müslim, dan perlengkapan muslim. Di dekat menara Kalyan, ada sebuah komplek bagi penghafal quran dan hadish. Komplek menara Kalyan, satu2nya bangunan yang survived ketika Bukhara dihancurkan tentara Mongol.


Lalu nyoba sightseeing bus merah dua lantai macam di London itu. Keliling Bukhara dengan pemandu seorang mahasiswi jurusan Inggris di sebuah universitas di Bukhara, kerja sambilan sebagai tour guide. Sempat ngobrol dan tanya2 peluang s2 di Norway, tapi sudah lama ngak pernah kontak lagi. Sebelum covid, dia pernah bilang kalau cowoknya suka cek chatingan dan suka melarang kalau dia chating sama cowok :) Padahal isi chat cuman info2 sekolah, cuman temen saja, ngak lebih :)
Sorenya lanjut ke Khiva, ujung utara Uzbek. Ini kota kelahiran Al Khawarizmi, yang dalam bahasa Portugis dipanggil Algorismo yang berarti digit. Dia penemu algoritma dan aljabar.
Jalannya baru, mulus, pakai beton. Keren nih, pikirku. Langsung gas poll, aku lihat mobil2 lain pada seloow. Jarak Bukhara ke Khiva sekitar 450km, waktu tempuh 6 jam. Kiri kanan gersang banget, cuman gurun dengan rerumputan dan semak2 liar.
Dan yang akhirnya baru nyadar tapi sudah telat, ternyata dari awal sampai hampir setengah perjalanan, belum pernah ketemu pom bensin atau resto sama sekali. Sementara bensin sudah menipis, karena agak ngebut sejak awal. Akhirnya jalan lebih pelan buat menghemat. Jalannya ngak seluruhnya mulus, masih jauh dari Khiva, jalannya parah banget, banyak lubang pula. Menjelang maghrib akhirnya ketemu pom bensin, langsung isi full.
Cara ngisinya agak beda, jadi pom bensin ada penjaganya di sebuah bangunan kecil, dengan loket kayak kasir bioskop. Lalu kita serahkan uang, nanti dari situ, orangnya akan mengkonvert ke berapa liter bensin yang bisa kita isikan ke mobil. Kalau pas ngisi, mesinnya berhenti, itu artinya jumlah bensin yang kita beli ya segitu, sesuai uang yang kita kasih ke petugasnya itu.
Perjalanan lanjut menuju sentrum untuk menuju Airbnb yang sudah aku pesen. Sampai kotanya jam 10an malam, sudah sepi, tapi ngak nemu alamatnya. Lalu aku berhenti di sebuah toko buat isi pulsa dan fotokopi. Aku tanya masnya tentang Airbnbnya dan akhirnya dia telponin pemiliknya. Disuruh nunggu, orangnya bakal jemput, katanya. Lalu pemiliknya sampai, dia suruh aku ngekor mobilnya dari belakang. Karena kecapean, langsung tidur.
Esoknya sarapan, lalu ke turis spotnya. Keren sih Khiva, terasa lebih jadul dibanding Bukhara atau Samarkand. Banyak rombongan turis dengan bus, juga ketemu rombongan turis Indonesia yang dipimpin pemuda Uzbek, panggilannya Sunan, fasih bahasa karena pernah kuliah di Malang. Karena posisi Khiva yang paling utara, tentunya dingin banget saat winter. Tidak heran kalau banyak yang menjual winter hats sebagai souvenir buat para turis.

Sempat beli songkok khas Uzbek, yang jual ibu2, yang kalau senyum giginya warna emas semua :) Itu memang emas beneran. Jadi orang2 tua atau jadul, menabung dalam bentuk emas yang ditaruh di gigi2 mereka, mungkin lebih aman :)

Lalu ketemu dua orang pengusaha dari Indonesia, seorang dari Kudus dan seorang Malaysia. Mereka pemilik travel agent yang rombongan travelnya juga lagi di Uzbek tapi di kota lain. Lalu mereka berdua aku tawarin kalau mau jalan ke kota Urgench. Mereka mau, lalu mobil meluncur ke Urgench. Ngak lama, sekitar 40 menitan. Lalu ke mall dan belanja. Mereka borong kaviar buatan Rusia yang kata mereka harganya miring banget, dan akan mereka jual sepulangnya nanti haha, dasar otak dagang. Lalu nyoba KFC lokal, lalu balık lagi ke Khiva. Mereka aku drop di hotelnya, lalu akü balık ke penginapan, nginep semalam lagi. Paginya habis sarapan, langsung meluncur ke selatan, menuju Thaskent. Singgah sebentar sambil isi perut di Bukhara, lalu lanjut ke Samarkand, sampainya sudah malam. Menuju hotel yang sama yang pernah aku inapi sebelumnya, lalu tanya apa ada kamar kosong. Ternyata penuh, tapi ada satu kamar kosong yang sebetulnya tidak disewakan, kalau aku mau bisa nginep di situ. Karena sudah malam, aku ambil juga. Paginya meluncur ke Taskhent. Ngebut, karena pengen sampai agak awal. Banyak kamera dipasang di sepanjang jalan, tapi aku abaikan, aku kira ngak serius :) Lalu sempat distop seorang polisi, tapi aku terobos:), berharap aku dikejar pakai mobil mereka, kayak di film2 itu :p, sayangnya ngak kejadian. Adegan ini jangan ditiru ya, aku lagi pengen iseng saja :) Lalu beberapa kilometer distop lagi sama seorang polisi, pakai tongkat. Kali ini sudah ngak bisa mengelak, karena dia sudah di depanku. Aku minggir, lalu dia liatin mobilku speeding pada sebuah laptop di dalam mobil mereka. Mereka ngomong pakai Russisk, aku bilang aku ngak paham, cuman bisa Inggris :) Lalu mereka telpon temennya yang bisa Inggris, lalu aku tanya berapa dendanya. Akhirnya aku bayar sekitar 300kr dan dilepas. Lanjut perjalanan, baru beberapa kilometer distop lagi sama polisi yang pakai motor, tapi aku bablas. Lalu aku liat di kaca mobil, dan aku merasa iba, lalu aku berhenti. Lalu dia nyusul pakai motornya, ngomong pakai Russisk, aku bilang ngak bisa Russisk, cuman Inggris, lalu dilepas. Sampai tempat rental on-time. Aku berhenti sebentar, lalu aku bersihkan mobilnya yang penuh sampah bungkus cemilan dan botol2, lalu akü balikin. Di tempat rental ternyata sudah ada 2 surat cinta darı polisi, karena speeding di hari2 sebelumnya. Bayar 300kr per suratnya, dan ternyata plat mobil bagian depan pun hilang entah ke mana. Akhirnya diajak pemilik rental buat pesen yang baru, dan harus bayar sekitar 1.5k nok. Lalu nginep semalam lagi di Thaskent, besoknya pulang ke Stavanger, dengan rute: Thaskent- Moscow- London- Stavanger. Şampai Moscow siang, tapi tiket Moscow- London ngak bisa keluar, katanya aku butuh visa UK, parah. Padahal sudah beberapa kali transit di London dan ngak ada masalah. Lalu malamnya aku dideportasi ke Thaskent. Lalu beli tiket lagi Thaskent- Stavanger, lewat Moscow dan Budapest. Alhamdulillah, akhirnya sampai lagi di kota yang sudah bikin bosan, Stavangggerrrr ( kata orang Bergen :)
Wallahu a'lam. Untuk melihat foto-foto lengkapnya bisa klik di sini.




Comments