Ekspektasi dan Resiko Berpetualang di Norwegia
- Ayu Damayanti
- Mar 29, 2025
- 2 min read
Oleh: Eko A Yudha F.

Ketika musim panas dan musim liburan tiba, berkat ‘social media’, Norwegia dalam 5-7 tahun terakhir ini juga menjadi target para wisatawan dari seluruh dunia. Mereka berburu foto ke tempat-tempat seperti Preikestolen (Pulpit Rock), Trolltunga, Kjerag, Stryn, Jotunheimen dll dengan pemandangan alam ‘spekta’ yang ‘viral’ di Instagram, Tiktok dan FB, atau karena beberapa film produksi Hollywood.
Namun banyak wisatawan yang datang dengan ‘ekspektasi’ tempat-tempat tersebut mudah saja dijangkau selepas turun dari tempat parkir mobil/bus. Padahal mayoritas objek wisata di Norwegia adalah wisata alam yang harus didaki atau ditempuh dengan jalan kaki berjam/jam dan cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu. Jangan mudah percaya bila orang Norwegia bilang treknya mudah atau ‘hanya’ perlu 1-2 jam saja. Karena umumnya orang Norwegia rutin berolah raga dan sedari kecil sangat terbiasa mendaki gunung atau jalan kaki kemana saja. Dalam sebuah acara TV dokumenter, terungkap banyak wisatawan yang harus dievakuasi pihak SAR setempat karena kelelahan akibat tidak terbiasa mendaki/jalan jauh, terkilir akibat tidak memakai sepatu gunung atau hanya pakai sepatu jogging atau sendal, atau kedinginan karena pakaian yang tidak sesuai dengan cuaca.
Selain itu para wisatawan yang datang ke wisata alam di Norwegia harus sangat sadar resiko. Karena semua objeknya selalu dijaga sealamiah mungkin. Artinya gunung/bukit yang berjurang-jurang, air terjun, ataupun sungai berarus deras tidak pernah dipasang pagar pelindung atau semacamnya. Demikian juga di pantai-pantai dan fjord tidak akan kita temui penjaga pantai (baywatch). Maka sangat lazim ditemui plakat/tanda bertuliskan “Warning! Travel at your own risk”, artinya resiko ditanggung pengunjung sendiri.
Berikut ini beberapa poin penting dari yang disebut Norwegian hiking rules:
1. Rencanakan rute perjalanan dan informasikan pada orang lain rute yang dipilih
2. Perhatikan informasi cuaca
3. Bawa kompas dan peta
4. Jangan malu bertanya dan berputar kembali pulang bila diperlukan
Tips:
1. Sepatu hiking yang menutup mata kaki untuk menghidari kaki terkilir terutama saat turun. Kalau bisa anti air juga.
2. Bawa bekal seperlunya, jangan terlalu banyak/berat.
3. Bawa extra sweater tipis dalam tas. Di puncak angin cukup kencang sehingga badan yang berkeringat jadi terasa dingin. Atau cuaca berubah drastis.
4. Bawa extra kaus kaki.
5. Pakai krem matahari bila mendaki saat cuaca cerah.




Comments