Tribute to Mas Aris
- Ayu Damayanti
- Apr 15, 2024
- 2 min read
Updated: Mar 29, 2025
Selamat pagi mas
Apa kabar disana? Mudahan baik baik saja.
Ini hari kesebelas kita tak ada berkabar temu, masih basah letih mataku, terus mengingatmu.
Kalo boleh cerita sedikit mas, hari ini aku belajar hal baru dari kata mengantar.
Iya, mengantar…Tadinya kupikir ia hanya sederhananya arti pindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain.
Mengantar nyatanya adalah ruang mendengar ribuan kisah-kisahmu yg tak pernah habis, bertabur senyum, tawa, geleng kepala.
Mengantar itu juga nikmati alun nada klasik dan jepang dr bmw cintamatimu seraya temukan warung-warung ajaib di pojok kota dan rumah-rumah Allah tempat singgah favoritmu.
Nilai sebenar mengantar adalah saat kau letak hubungkan kami dengan sahabat baru yang dianya datang dari segala warna, ras bangsa. Kau panjangkan pertemanan kami. Kau dekatkan hati yang awalnya jauh. Dan muaranya kau buka luaskan pintu rizki banyak kawan didalamnya. Aku baru mulai fahami mas, kenapa jalan ini yang lebih kau pilih.
Mas, tanpa ijinmu, aku dan sahabat-sahabatmu kemarin ganti mengantarmu. Antaran pertama dan terakhir, dengan basahnya mata, sesak dada dan penuhnya doa. Ijinkan aku dan sahabat-sahabatmu teruskan warisan ‘surat ijin mengantar’ ini. Sampai ketemu, tunggu kami di Surga Allah yaa..
Hajaar!
Oleh Bernato Viratno (04.2024)
Pada dasarnya kita bisa memilih, bagaimana cara kita pulang. Antara diantar atau dijemput. Jangan sampai, kita tak diantar, atau tak dijemput.
Pulang kali ini sangat spesial, diantar oleh sahabat sekaligus dijemput oleh utusan Allah.
Sahabat, ingatlah pada firman-firman Allah dan pesan Rasulullah tentang proses kematian.
Disebutkan, akan ada banyak malaikat yang bersinar datang dari atas, mereka membawa kain kafan dari syurga dan juga wewangian. Lalu menyusul malaikat maut, yang akan mencabut ruh kita.
Setelah itu kita dibawa oleh iring-iringan malaikat ke atas, ke pintu langit ke 1. Sepanjang perjalanan, ada banyak malaikat yang menyertai, karena katanya kita itu wangi..
Perjalanan berlanjut ke Langit ke 2, 3, 4… jumlah malaikat semakin berlipat. Pada akhirnya di depan pintu langit ke 7, Allah berfirman; catatkan amal hambaku di Illiyyin. Yaitu catatan amal bagi orang berbakti.
Lalu ruh dikembalikan lagi ke jasadnya di bumi, dan dia akan mendengar langkah orang-orang diatasnya.
Setelah itu datang dua malaikat yang keras gertakannya, bertanya 3 pertanyaan. Dan tahukah sahabat, dengan bantuan Allah lah kita bisa menjawabnya.
Sesaat setelah menjawab, terbentanglah liang kubur hingga seluas pandangan. Permadani dari surga bertebaran dengan indahnya. Pintu surgaNya terbuka hingga kita dapat mencium wanginya.
Itulah yang akan dirasakan seorang mukmin setahap setelah kehidupan di dunia.
Sejauh-jauh kita berjalan, selama-lama nya kita mengemudi, seluas-luasnya bumi ini disinggahi, pada akhirnya disinilah tempat kita berpulang.
Sampai bertemu lagi…
Hajar bro!
Oleh Annisa Solihah (04.2024)




Comments