top of page
Search

Jordan

Oleh Aris Tayu

Stavanger (21 Desember 2023)


Perjalanan winter 2018. Seperti biasa lagi pengen ninggalin Norway yang dingin ke tempat yang lebih hangat. Cari tiket di kiwi.com (tidak pakai app, tapi di google saja kiwi.com :))

 

Biasanya harganya paling murah sedunia, tapi muter-muter pesawatnya, dan resikonya tinggi karena ketengan, jadi kalau salah satu pesawat delay atau cancel, maka otomatis perjalanan gagal. Cocok buat solo traveller :)


Dapat tiket Stavanger - Katowice dan Krakow - Amman. Dari Katowice ke Krakow sejam pakai bus, lalu nginep semalam di Krakow. Total jendral harga tiket hanya 800kr, parkir di Sola selama perjalanan 900kr :)



Krakow

Sampai bandara Queen Alia International, Amman siang, lalu naik bus ke sentrum, menuju hotel.


Queen Alia Airport, Amman

Nginep dua malam. Paginya, habis sarapan jalan kaki menuju Amman Roman Theatre di bagian Timur Amman. Jalanan masih sepi, toko- toko masih pada tutup. Ketemu pasukan kucing yang lagi sarapan daging segar pemberian seorang penjual burger.


Jalan belasan menit, sampailah di sebuah theatre terbuka yang masih terawat dengan baik, dibangun pada abad kedua oleh kaisar Pius waktu Amman masih bernama Philadelphia :) Mampu menampung sampai 6000 penonton, dengan bentuk melengkung dalam 3 bagıan. Di bagian bawah dekat pintu masuk, dijadikan dua museum. Tempat ini sampai sekarang sering digunakan untuk pameran buku, konser musik, ataupun acara olahraga seperti Amman marathon. 



Roman Theatre, Amman

Selesai muterin Roman theatre, lalu lanjut perjalanan menuju Laut Mati atau dalam Arabisknya, Bahar al mayyit :) Pakai taxi, sopirnya orang Palestine.


Menuju Dead Sea

Sampai laut mati siang, lalu aku mandi sendiri. Dan benar saja, ternyata mengapung, karena massa jenis airnya mencapai 1.26x massa jenis tubuh kita :)


Dinamakan laut mati karena kadar garamnya yang sangat tinggi, mencapai 340gr per sekilo airnya atau sekitar 10x kadar garam air laut, jadinya ngak ada mahluk hidup yang bisa hidup di sana.


Laut mati sempat diceritakan dalam Al Quran (awal2 surah Ar Rum) sebagai dataran terendah di bumi (400 meter di bawah permukaan laut), tempat bertemunya dua pasukan adidaya saat itu, pasukan Romawi dan Persia. Kaum muslimin pro Romawi yang ahli kitab, sementara Quraish mekah pro Persia yang majusi penyembah api. 


Bahkan Abu Bakar sempat taruhan 10 onta. Waktu Rasulullah tahu, beliau mendukung Abu Bakar dan akhirnya taruhannya dinaikkan jadi 100 onta. Dan sesuai surah Ar Rum, akhirnya Romawi membalas kekalahan melawan Persia dan Abu Bakar menang.


Waktu itu judi belum diharamkan, sampai akhirnya turun Al Baqarah 219 yang menyatakan khamar dan judi ada manfaat, tapi dosanya lebih besar darı manfaatnya. Juga Al Maidah 90-91, khamar dan judi adalah perbuatan syaitan dan pelakunya tidak akan beruntung, seperti jutaan pelaku judi online di Indonesia sekarang :(


Habis mandi air, lalu mandi lumpur, yang kata masnya bisa bikin kulit mulus selamanya haha


Pantesan sejak itu pipi jadi mulus, meski summer tahun  lalu untuk pertama kalinya sempat jerawatan, karena sempat susah tidur beberapa hari :)


Ngomongin kulit mulus, ada cerita waktu masih di Kopenhagen. Waktu si Nami masih berusia setahun, ada tetangga baik yang suka ke rumah, lalu gendong Nami, namanya tante Vib (Vibeke). Dia bilang kok kulit bayi Nami halus banget. Trus kıta jelasin kalau waktu hamil Nami, ibunya sering minum air kelapa hijau :)


Tante Vib bilang, ooh itu rahasianya. Beberapa hari kemudian dia main lagi ke rumah, lalu dia bilang kalau kemarın dia habis minum air kelapa. Kami heran, di mana bisa dapat kelapa hijau di sini? Dia bilang di toko Arab, dikalengin. Usut punya usut, ternyata dia minum santan dan bukan air kelapa :)


Habis mandi lumpur beberapa saat, lalu bilas, lalu lanjut makan siang di restoran. Di depan resto ada kolam renang, juga ada tempat sholat di sebelah resto. Bapak taksinya aku ajak makan, tapi ngak mau. Dia lebih suka ngobrol dengan pegawai di situ.


Habis makan, rencananya balik ke Amman. Tapi di tengah jalan ketemu rombongan turis lagi ngantri naik bus. Aku tanya ke pak taksi, dia bilang itu wisata ke sungai Jordan. Wah menarik, kataku. Lalu aku ikutan, taksi nunggu di situ. 


Naik bus sekitar 20 menitan, menuju perbukitan sepi, kadang ketemu gereja mini di atas bukit. Lalu bus berhenti, ada sebuah kios jualan minuman. Lalu jalan setapak menyusuri semak, sepi ngak ada apa-apa. Ngak lama ketemu sungai yang sudah kering, ada foto Paus bersama pangeran Abdullah, dilukis dalam mozaik porselin.



Pangeran Abdullah dan Paus, Baptism Site



Baptism Site

 

Dikasih tahu kalau di sungai inilah dulu Isa atau Jesus dibaptis. 


Dan di sungai itu sempat ketemu seekor kucing yang teriak-teriak, kayaknya lagi lapar banget. Akhirnya aku kasih minum tapi masih teriak- teriak, mungkin lapar. Kasian, aku sendiri ngak bawa makanan yang bisa aku kasıh. Sempat kepikiran, ini kalau ngak ada yang kasih makan, kucing ini makan apa? Sementara lokasinya jauh ke mana- mana.

 

Karena inget terus teriakan kucing itu, sampai Norway aku sempat selalu bawa makanan kucing di mobil. Jadi kalau ketemu kucing di jalan biasanya aku kasih makan sebungkus. Berlangsung dua tahun lebih, sampai akhirnya ada yang bilang kalau ngak semua pemilik kucing suka kalau kucingnya kıta kasih makan. Yo wis, akhirnya berhenti bawa makanan kucing. 


Dari situ sempat tahu kalau kucing itu binatang yang disiplin atau istiqomah. Ada kucing yang setiap harinya di suatu waktu berjalan menuju suatu tempat, lalu ke tempat berikutnya, dan seterusnya. Esoknya, di waktu yang sama dia melakukan hal yang sama. Makasih ya kucing, buat ilmunya :)


Cat Republic of Jordan

Dari sungai Jordan lalu jalan lagi, ketemu gereja kecil, designnya bagus, dan masih baru. Ngak jauh darı gereja ada sungai, lebarnya sekitar 10 meteran dan ngak dalam. Seorang cewek pakai baju putih berada di sungai dipandu seseorang (mungkin pendeta), ceweknya beberapa kali menurunkan badannya dan masuk air. Ternyata dia lagi di baptis, dan ternyata itu rombongan orang Kristen :)


Ada beberapa tentara dengan senjata lengkap. Di sebrang sungai, bendera Israel berkibar. Aku tanya ke seorang tentara itu, apakah itu wilayah Israel kok ada bendera mereka ? Tentara itu dengan kesal bilang itu bukan Israel tapi Palestine. Memang wilayah sebrang sungai itu wilayah Tepi Barat, Palestine tapi sebetulnya dikuasai Israel alias tidak independent.


Lalu balik dan lanjut perjalanan menuju Amman. Hampir maghrib, kıta menuju ke gua Ashabul Kahfi. Sampai sana pintu menuju gua ditutup dan sudah ada beberapa orang yang juga pengen masuk. Akhirnya setelah sholat maghrib di mesjid tidak jauh darı gua, barulah pintunya dibukain. Guanya ngak besar, begitu masuk ada semacam jendela kecil di sebelah kiri kanan, lalu masuk ruang utamanya. 


Gua dan penghuninya diceritakan dalam surah ke 18 Al Quran, Al kahf, yang terdiri 110 ayat, yang kıta baca tiap Jumat. Di Al Quran tidak disebutkan jumlahnya (bisa 3,5, atau 7). Dalam bible disebutkan 7 dan sering disebut gua the seven sleepers. Mereka tinggal di sana selama 309 tahun. Dalam ayat 25 disebutkan mereka tinggal dalam gua selama 300 tahun dan ditambah 9 lagi, keren kan bahasa Al Quran itu. 


Mereka lari ke gua karena dipaksa untuk menyembah berhala oleh sang penguasa. Ditemani seekor anjing yang sebetulnya mereka larang untuk ikut, tapi tetep ikut. Dan mungkin anjing ini hewan yang paling loyal.


Gua Ashabul Kahfi

Mungkin sudah ada yang pernah tahu ceritanya. Di Jepang ada anjing super loyal bernama Hachiko, dari ras Akita, bukan Shiba inu ya :)


Tiap pagi Hachiko mengantar tuannya, Ueno sensei (dosen Todai) ke stasiun Shibuya, sorenya dia jemput lagi tuannya di stasiun. Dia lakukan tiap hari, sampai suatu hari pada 21 Mei 1925 Hachiko tidak pernah lagi berjumpa dengan tuannya, yang meninggal di kantornya karena stroke. 


Meski begitu Hachiko masih melakukan hal yang sama, menunggu tuannya di sore hari di stasiun Shibuya, selama 9 tahun! Sampai akhirnya dia meninggal pada 8 maret 1935 di sebuah jalan di Shibuya karena kanker dan infeksi usus diusia 11 tahun. Akhirnya dia dimakamkan di sebelah tuannya di daerah Ueno dan dibuatkan patung di Shibuya :)


Di Turki yang Hanafi, mereka sangat perhatian sama anjing. Dikasih makan dan minum. Di lantai jalanan, ada bagian yang sengaja dibuat cekungan. Tujuannya biar jadi tempat air buat anjing maupun kucing. Saat winter mereka bisa tıdur di dalam toko- toko mereka dan diselimutin.


Pas summer yang terik, di sebuah taman antara Blue Mosque dan Ayasofya. Di situ kita bisa liat banyak anjing yang terlelap tidur di bawah pohon- pohon rindang, bawaannya kalau kita liat malah bikin ngantuk :)


İni mungkin agak beda dengan perlakuan muslim Indonesia yang Syafii terhadap anjing.


Rasulullah pernah bersabda, Sayangilah semua makhluk Tuhan di bumi, niscaya kalian akan disayangi makhluk Tuhan yang ada di langit.


Habis explore gua, lalu mampir ke mesjid King Abdullah I buat isha, interior mesjidnya cakep dengan karpet merahnya. Lalu balik ke hotel.


Mesjid King Abdullah I

Esoknya, pagi- pagi sekali jalan ke Petra, pakai taksi. Perjalanan sekitar 4 jam sejauh 230 km, kiri kanan cuman gurun selama perjalanan.


Petra

Di tengah jalan sempat istirahat di sebuah toko souvenir yang juga ada restorannya, macam di Turki atau di Indonesia. Lalu makan siang bareng pak sopir.


Lagi enak- enak makan, anak pemilik resto datang lalu ngobrol. Ternyata dia pernah tinggal di Indonesia dan bisa bahasa Jawa karena pernah kuliah di Solo :)


Lalu lanjut perjalanan. Mendekati tempat tujuan, kita mampir di sebuah mata air di sudut pertigaan, di sebuah tempat bernama Wadi Musa.

Kata bapaknya, itu sumber air Musa yang juga diceritakan dalam Al Quran, ketika dua putri nabi Syuaib sedang ngantri air, lalu Musa membantu mereka, dan akhirnya dinikahkan dengan salah satunya setelah bekerja membantu nabi Syuaib selama sepuluh tahun. 


Bentuk sumber airnya sudah bukan air mancur lagi, tapi ada sebongkah batu yang mengeluarkan air jernih, lalu aku minum segelas, seger :)


Sampai air BnB, nginep semalam. Paginya explore Petra. Dari air BnB ke pintu masuk menuju Petra tidak jauh.


Petra ini disebut juga dengan the Rose City, karena bebatuannya memang berwarna coklat, pink, atau merah kayak warna bunga mawar. Luasnya mencapai 60km persegi, dan sebetulnya kota itu belum seluruhnya ditemukan, diklaim baru sekitar 15% saja.


Dibangun kaum Nabataean 2300 tahun lalu. Kalau dilihat bangunannya, keren banget sih, ngak kalah sama ukiran Jepara, tapi yang mereka pahat bukan kayu, tapi batu :)  simetris, proporsional, dan enak dipandang.


Beli tiket trus masuk. Pertama jalan biasa saja, jalanan lurus agak lebar tanpa aspal. Beberapa pengunjung naik kereta kuda lewat. Lama- lama ada bongkahan batu di pinggir jalan, lalu masuk jalan dengan dinding batu coklat kemerahan, kadang jalannya lebar, kadang sempit dan berkelok- kelok. 


Lalu melewati jalan sempit dengan dinding batu tinggi di kiri kanan, dan begitu keluar jalan itu terlihatlah Al Khazneh, yang sebetulnya merupakan makam raja Nabataean.


Al Khazneh

Di dekatnya ada resto, jadi bisa ngopi sambil menikmati indahnya Al Khazneh. Juga ada indomie di sini :)


Banyak yang foto- foto, juga ada foto bareng onta kalau minat. Biasanya pengunjung berhenti sebentar di sini sebelum melanjutkan perjalanan.


Lalu lanjut perjalanan. Jalanan lurus lagi, banyak pilar- pilar kuno yang sudah patah di sepanjang jalan, ada pula theatre kuno. Pengunjung ada yang naik onta maupun keledai maupun kuda. 


Setelah itu jalannya nanjak dan berliku, bebatuan dan kadang lewat sungai. Setelah sekitar sejam sampailah di the Monastery, aslinya juga makam. Ini lebih besar bangunannya di banding Al Khazneh. Cakep kalau dilihat sore hari dengan cahaya matahari yang tidak terlalu kuat. Ada resto juga, pas banget ngopi atau ngeteh melepas lelah sambil menikmati bangunan itu.


The Monastery

Lalu sempat ke toilet, di bagian belakang resto. Pas keluar toilet ketemu ibu badui, trus aku minta ijin foto. Pas aku upload di Flickr, ada yang komen kalau itu Basma, orang badui dan sudah sering masuk media.


Basma

Sınar matahari masih agak terang, lalu pulang. Sekitar dua pertiga perjalanan, ternyata sudah gelap dan ngak ada lampu pula di jalan, akhirnya pakai lampu hp.


Nginep semalam lagi, paginya explore kota Wadi Musa yang tidak terlalu besar. Makan atau sekedar ngeteh dan nyobain shisha :) Hampir semua resto menyediakan shisha.

 

Lalu sempat ada angkutan di jalan yang nawarin tur ke little Petra, akhirnya aku ikutan. Cuman berdua sama sopirnya, lalu jalan sekitar dua jam. Ketemu batu berbentuk gajah, peternakan dan kampung badui, juga ketemu seorang Ibu badui penyulam dengan baju warna warninya.


Bedouins Woman, Little Petra

Bocil Badui

Besoknya lanjut perjalanan ke Wadi Rum, ke arah selatan. Sudah pesen transport malamnya, paginya busnya nyamperin ke penginapan kıta. Jaraknya sekitar 100km, sekitar 2 jam sampai karena mesti jemput penumpang dari beberapa hotel dulu.


Lalu sampai pintu gerbang Wadi Rum. Semua penumpang turun dan dijemput oleh orang badui pemilik penginapan yang akan kita tinggali :)


Sebuah mobil datang, seorang pria dengan anak laki- lakinya yang masih kecil. Lalu dipanggillah penumpang yang mau menginap di tempatnya. Ternyata satu bus hanya dua orang yang nginep, lainnya nginep di tempat lain. Aku dan seorang turis Jerman, yang ternyata pernah tinggal 6 bulan di Medan.


Jalan menuju penginapan melewati gurun pasir, sekitar setengah jam sampai.


Desert road of Jordan

Lokasi penginapan di tengah gurun, dikelilingi pegunungan. Bagus viewnya disaat pagi maupun petang. Tenda utama yang cukup besar, dengan interior merah, lalu deretan kamar buat pengunjung dan kamar mandi toilet terpisah. 


Tenda Badui utama

Malamnya dihidangkan makanan khas badui yang dimasak lama di dalam tanah hingga dagingnya lembut. Ada ayam, sayur, kentang, daging. Lalu pada makan sepuasnya, ngobrol- ngobrol sambil ngeteh diiringi musik badui, banyak pula yang joget. Ketemu Aziz, darı Belgia asli Maroko. 


Besoknya explore Wadi Rum pakai pick up. Berempat, aku, Aziz, dan sepasang orang Italy. Pertama ke gundukan pasir merah, kita manjat. Cakep pemandangan darı atas. Waktu itu aku pakai Huawei p20 pro, begitu hasilnya aku liatin ke Aziz dan orang Italy, mereka bilang wow :) Aziz yang bawa iPhone 8 waktu itu sempat bilang bakal segera ganti Huawei sekembalinya ke Belgia. 


Akhirnya setelah itu mereka bertiga sering minta difoto pakai hpku, baru gambarnya aku kirim ke mereka. Huawei p20 pro ini gambarnya memang bagus, jadi aku sempat beli p30 pronya, tapi ternyata masih lebih bagus yang p20 :)


Keren Wadi Rum ini. Beberapa batuan secara alami membentuk jembatan, kita bisa berpose di atasnya, perubahan warna di pasir dan batunya, cakep. Sempat diajak ke reruntuhan rumah Thomas Edward Lawrence atau dikenal dengan Lawrence of Arabia, diplomat, tentara, penulis Inggris yang ditugaskan di sana saat PD1 melawan Ottoman.



Besok siangnya balik ke Amman bareng Aziz, nyetir. Lewat Madaba juga lembah yang sempat didatangi Musa waktu melihat api dan Allah berkata kepadanya (Al-Qasas 29-35). Lalu mampir ke laut mati lagi karena Aziz pengen mandi di sana :)


Sampai Amman, nginep semalam, esoknya misah. Lalu aku ke Jerash, sekitar sejam arah utara Amman. Reruntuhan kuno, berupa pilar- pilar, Hadrian arch, kuil Artemis. Merupakan situs peninggalan kekaisaran Yunani dan Romawi terbesar di luar Italy.


Jerash

Lalu lanjut ke kota As-Salt. Rencananya mau ziarah ke makam Nabi Syuaib, mertuanya Nabi Musa. Tapi sayangnya, sama taksinya dibawa ke makam Nabi Yusya (Joshua), muridnya Nabi Musa yang dikisahkan dalam surah Al Kahfi ketika mereka berdua sambil membawa ikan hendak menemui Nabi Khidir, lalu ikannya kabur.


Nabi Yusya ini yang meneruskan dakwah Nabi Musa dan  membawa bani Israel ke tanah Palestine. Terjadi suatu peristiwa ketika nabi Nabi Yusya dan kaumnya mau merebut Baitul Maqdis ternyata hari sudah menjelang sore, maka beliau berdoa supaya Allah menahannya. “Sungguh matahari tidak pernah ditahan untuk seorang pun kecuali untuk Yusya ketika ia berjalan menuju Baitul Maqdis.” (HR Imam Ahmad).


Makamnya di sebelah mesjid, panjangnya sekitar 10 meter, hijau, dan harum. Lalu ketemu rombongan syeikh darı Syria dan aku diajak ziarah ke makam sahabat lainnya.


Makam Nabi Yusya

Ada beberapa makam sahabat yang kıta kunjungi, tapi aku ceritakan seorang saja yaitu Abu Ubaidah ibn Al Jarrah atau biasa disebut Abu Ubaidah, yang mungkin namanya cukup familier di telinga kita selama perang Gaza ini.


Selesai mengunjungi makam Dhiraar ibn al-Azwar, sahabat yang tidak pernah pakai baju besi selama perang, mobil meluncur menuju makam Abu Ubaidah. Lokasinya tidak terlalu jauh. Mobil parkir di kanan jalan, lalu kıta nyebrang menuju sebuah mesjid. Di sebelah kanan mesjid ada makam, lalu dikasih tahu kalau itu makam Abu Ubaidah, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin Rasulullah masuk surga. Makamnya dikunci, ngak lama juru kuncinya datang, dan kıta tulis nama nama kita di sebuah buku. 


Lalu lanjut sholat maghrib di mesjid itu. Mesjidnya bersih, adem, dan noornya kuat :) 


Mesjid Abu Ubaidah Ibn Al Jarrah

Mesjid- mesjid itu termasuk tempat di bumi yang noor atau cahayanya kuat. Berbeda dengan tempat ibadah lain, misalnya pas di sebuah gereja di Vatikan, noornya gelap.

Begitupun hari Jumat, meski cuaca sama- sama cerah, hari Jumat itu beda rasa dan hawanya. Juga kalau ada sesuatu yang bikin tertarik, kalau dilihat mata tidak beda dengan lainnya, tapi di hati rasanya beda :)


Tentang Abu Ubaidah, Rasulullah pernah bersabda, ”Sesungguhnya tiap-tiap umat mempunyai orang kepercayaan. Dan orang paling dipercaya dari umat ini adalah Abu Ubaidah ibn Al Jarrah.” (Bukhari 4382)


Menjelang kematian Umar, beliau sempat bilang bahwa seandainya Abu Ubaidah masih hidup, maka dia akan menunjuknya langsung sebagai penggantinya. Karena Abu Ubaidah sudah wafat akhirnya Umar memanggil 6 sahabat yang juga dijamin masuk surga sebagai penggantinya yaitu : Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abdur-Rahman bin Auf dan Sa'd bin Abi Waqqas. Dan akhirnya Utsman yang terpilih.


Waktu perang Badar pada 624, Abu Ubaidah sempat dikejar seseorang. Meski dia berusaha menghindar, tapi karena terus dikejar, akhirnya mereka duel dan orang yang mengejarnya, yang tidak lain adalah bapaknya sendiri yang memusuhi Islam akhirnya terbunuh.

 

Setelah peristiwa itu turunlah sebuah ayat, Al-Mujādila 22, yang bunyinya: Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.


Pada saat perang Uhud, pasukan muslimin sempat terdesak oleh pasukan Quraish yang dipimpin Khalid bin Walid.


Pipi Rasulullah  sempat terluka, kena sepihan logam yang menancap. Abu Ubaidah pun mencabut serpihan logam itu dengan giginya, dan tanggallah kedua gigi beliau.


Saat Umar menggantikan Abu Bakar sebagai kalifah, dia langsung mengangkat Abu Ubaidah sebagai panglima perang kaum muslimin menggantikan Khalid bin Walid di masa Abu Bakar.


Surat pengangkatan dikirim Umar ke Abu Ubaidah di Syam yang lagi berperang bersama Khalid bin Walid melawan pasukan Romawi Timur. Tapi Abu Ubaidah merahasiakan surat dari Umar tersebut sampai perang selesai.


Abu Ubaidah dan Khalid bin Walid beserta panglima legend lainnya seperti Amr bin Ash juga Zubayr bin Awwam menang dalam perang paling penting dalam sejarah Islam yaitu perang Yarmuk. 


Perang antara 45 ribu pasukan Muslim melawan 240 ribu pasukan Romawi Timur selama 6 hari dan Yerusalem jatuh ke Muslim untuk pertama kalinya dan pemegang kunci Baitul Maqdis hanya mau menyerahkan kunci kepada Umar. 


Lalu Umar datang bersama seorang asistennya dari Madinah. Mereka berdua menuju Yerusalem dengan seekor onta, naik bergantian. Saat masuk Yerusalem ternyata giliran Umar yang harus jalan, sementara asistennya di atas onta. Tapi pemegang kunci Baitul Maqdis, Sophronius yang ahli kitab tahu darı kitab-kitabnya bahwa yang lagi jalan itu Umar dan bukan yang lagi di atas onta :)


Lalu Umar dan Sophronius pun bernegosiasi. Hasil negosiasi itu terkenal dengan Umariyya Covenant. Hingga kini, kesepakatan itu masih disimpan di Gereja Suci Sepulchre di Yerusalem. Teks perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:


Bismillahirrahmanirrahim.


Ini adalah jaminan keamanan dari hamba Allah, Umar, amirul mukminin, kepada penduduk Yerusalem. Umar memberikan jaminan terhadap jiwa mereka, harta, gereja-gereja, salib-salib, orang-orang yang lemah, dan mereka tidak dipakasa meninggalkan agama mereka. Tidak ada seorang pun diantara mereka yang merasa terancam dan diusir dari Yerusalem.


Dan orang-orang Yahudi tidak akan tinggal bersama mereka di Yerusalem. (Ini adalah permintaan penduduk Yerusalem, karena penduduk Yerusalem sangat membenci orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi membunuhi tawanan Nasrani di wilayah Persia. Sampai ada riwayat yang menyebutkan, Umar menjamin tidak ada Yahudi yang lewat dan bermalam di Yerusalem).


Penduduk Yerusalem diwajibkan membayar pajak sebagaimana penduduk kota-kota lainnya, mereka juga harus mengeluarkan orang-orang Bizantium, dan para perampok. Orang-orang Yerusalem yang tetap ingin tinggal di wilayah Bizantium, mereka boleh membawa barang-barang dan salib-salib mereka.


Mereka dijamin aman sampai mereka tiba di wilayah Bizantium. Setelah itu mereka pun masih diperbolehkan kembali lagi ke Yerusalem jika ingin berkumpul dengan keluarga mereka, namun mereka wajib membayar pajak sebagaimana penduduk lainnya.


Apabila mereka membayar pajak sesuai dengan kewajiban, maka persyaratan yang tercantum dalam surat ini adalah di bawah perjanjian Allah, Rasul-Nya, Khalifah, dan umat Islam.


Setelah kesepakatan, kunci Baitul Maqdis resmi diserahkan pada 637. Gerbang Al-Quds pun terbuka dan Khalifah Umar dijamu di Gereja Suci Sepulchre. Saat di dalam, Patriark menawarkan jika Umar ingin sholat di dalam gereja. Umar menolak dengan alasan ia khawatir umat Islam nanti akan mengikutinya. Dia shalat di area selatan gereja yang kemudian menjadi Masjid Umar di Al-Quds.


Setelah itu Abu Ubaidah diangkat menjadi gubernur Syam yang pertama, yang wilayahnya meliputi Syria, Lebanon, Palestine, dan Jordan.


Suatu hari terjadi wabah pes di Syam, macam COVID 19 kemarın. Saat itu, Umar dan rombongan hendak mengunjungi Syam. Lalu dia berhenti di perbatasan dan berdiskusi untuk memutuskan apakah melanjutkan perjalanan atau balik ke Madinah.

 

Makan waktu beberapa hari, sampai Abu Ubaidah kembali menanyakan apakah Umar sebenarnya ingin melarikan diri dari ketentuan Allah. 


Umar kemudian membalas bahwa dirinya memang melarikan diri dari ketentuan Allah, namun ia akan menuju ketentuan Allah yang lain. 


Umar yang tengah meyakinkan Abu Ubaidah, tiba-tiba Abdurrahman bin Auf datang menghampiri. Abdurrahman berkata bahwa ia pernah mendengar masalah ini darı Rasulullah yang pernah bersabda, “Jika kalian berada di suatu tempat (yang terserang wabah), maka janganlah kalian keluar darinya. Apabila kalian mendengar wabah itu di suatu tempat, maka janganlah kalian mendatanginya.”


Umar mengajak Abu Ubaidah untuk meninggalkan Syam, tapi beliau menolak dan akhirnya syahid karena wabah. Lalu posisi gubernur digantikan oleh Muadz bin Jabal yang akhirnya juga syahid karena wabah yang sama dan dimakamkan tidak jauh darı makam Abu Ubaidah Ibn Al Jarrah.


Wallahu a'lam.


Mesjid Muadz bin Jabal

 
 
 

Comments


© 2023 by Loui Design

bottom of page