top of page
Search

Bosnia

Oleh Aris Tayu (2021)


Cerita tentang Bosnia Herzegovina, buat merayakan berdirinya mesjid Bosnia di Sandnes :)


Meski sudah selesai perang saudara berkepanjangan antar etnik yang memakan ratusan ribu korban, dan kondisi sekarang relatif aman, egoisme antar etnik masih belum juga reda, dan pondasi negara sebetulnya masih belum kokoh. Tulisannya agak panjang dengan banyak angka, biar enak ngebayanginnya:)

Jumma mubarak.


***


Gambar truk dengan hiasan bunga disekelilingnya itu bukan truk biasa. Itu truk yang mengangkut jenasah korban pembantaian muslim Bosnia pada 11 juli 1995.


Truk pengangkut jenazah


Ini kejadian 9 juli 2019, ketika kebetulan pas berada di Sarajevo, Ibukota Bosnia dalam perjalanan balik dari Turki. Setelah parkir dan sarapan sup, lalu explore kota tua atau old bazaar (bascarsija). Pas siang hari banyak bunyi sirine dan banyak mobil polisi berseliweran. Akhirnya tanya warga setempat, seorang bapak (ada di gambar) yang menjelaskan bahwa akan datang truk yang akan membawa korban pembantaian tahun 1995 yang masih ditemukan.


Waktu itu di dalam truk itu ada 33 peti jenasah korban baru yang berhasil ditemukan selama setahun. Truk berjalan pelan membelah sarajevo dan warga berusaha memegang truk tersebut dengan raut sedih, bahkan sebagian pada menangis :(


Dua hari berikutnya, tepat tanggal 11 juli korban yang baru ditemukan itu akan dimakamkan di pemakaman potocari, bosnia timur bersama ribuan korban yang terlebih dahulu dimakamkan di sana.


Pencarian korban baru masih berlangsung sepanjang tahun dari 93 kuburan dan lebih dari 300 titik pencarian.


Penemuan korban baru beberapa tahun sebelumnya dan tahun lalu:

2012 ditemukan 520

2013 ditemukan 409

2014 ditemukan 175

2015 ditemukan 136

2016 ditemukan 127

2017 ditemukan 71

2018 ditemukan 35

2020 ditemukan 9


Pembantaian terjadi pada 11 juli 1995 di Srebrenica oleh 1.500 pasukan serbia yang dipimpin oleh Ratko Mladic. Srebrenica sendiri merupakan zona aman buat pengungsi muslim Bosnia dibawah penjagaan 400 pasukan penjaga perdamaian Belanda dibawah PBB.


Karena jumlah dan peralatan yang tidak seimbang pasukan Belanda mundur ke arah potocari. Dalam 2 hari diperkirakan sekitar 8.372 muslim Bosnia syahid disekitar Srebrenica. Bahkan pada 13 julinya pasukan Belanda sempat menyerahkan 5000 pengungsi untuk ditukar dengan 14 pasukan Belanda yang ditahan milisi Serbia :(


Mladic dan otak kejahatan Radovan Karadzic ditangkap pada 2008, dan diadili di mahkamah International dan diganjar penjara seumur hidup, sementara para pejabat Belanda yang telah gagal menjaga pengungsi muslim Bosnia pada mengundurkan diri untuk menghindari penyelidikan.


***


Tidak jauh dari kota tua Sarajevo, ada sebuah jembatan yang cukup bersejarah. Namanya Latin bridge. Dibangun tahun 1550an, awalnya dibuat dari kayu, lalu dipugar menggunakan batu pada 1565. Jembatan ottoman sepanjang 39m dengan 4 lengkung ini dibangun oleh Husein Sirmerd dan membentang diatas sungai Miljacka. Di tepi utara jembatan ini terjadi pembunuhan pangeran Franz Ferdinand beserta istrinya Sophie dari Austria-Hongaria oleh seorang aktifis kemerdekaan serbia bernama Gavrilo Principe pada 28 juni 1914. Di era Yugoslavia, jembatan ini disebut juga Princip bridge, diambil dari nama pelaku pembunuhan.


Latin Bridge

Karena peristiwa itu meletuslah perang dunia pertama sebulan setelah peristiwa pembunuhan itu. Perang ini melibatkan lebih dari 30 negara dengan pemain utama dua kekuatan di eropa, yaitu koalisi sekutu yang meliputi Inggris raya, Perancis, Rusia, Italia, Romania, Jepang, juga Amerika yang gabung pada 1917, berhadapan dengan blok sentral, yang terdiri dari Jerman, Bulgaria, Turki dan Austria-Hongaria. Perang berlangsung dari 28 juli 1914 sampai 11 november 1918. Dalam perang ini sekitar 20 juta orang tewas, 23 juta terluka. Di perang ini Norway yang netral tapi dekat dengan Inggris raya, kehilangan 1.180 personel. Perang ini dimenangkan oleh koalisi sekutu.


***


Pas masuk Bosnia dari arah Serbia, di perbatasan tertulis republik Srpska dan bukan Bosnia. Begitu pun pas berhenti di pom bensin dekat perbatasan, ternyata yang lagi kerja bukan orang bosnia, tapi dari etknik Serbia dan kurang ramah serta kurang suka ketika aku tanya apakah dia orang Bosnia.


Setelah baca2 sejarah Yugoslavia, ternyata memang agak rumit dan berdarah bahkan hingga sekarang, dimana di wilayah Kosovo masih ada daerah yang tidak aman. Meski perang Kosovo (feb 1998-juni 1999) antara (Serbia Montenegro dan Albanian muslim di kosovo yang didukung NATO) sudah selesai dan Kosovo diakui oleh 98 dari 193 negara di PBB tapi Serbia masih belum mau mengakui, alias masih menjadi wilayah sengketa. Lebih dari 80% penduduk Kosovo yang sekitar 1.8 juta adalah muslim Albania, ekonominya masuk menengah keatas, dengan mata uang €. Jalan2 tol baru di Kosovo cukup keren, karena dipancang dilembah diantara dua perbukitan, dan tidak ditepi bukit seperti lazimnya. Pas mau masuk perbatasan Kosovo dari arah Makedonia, semua pengendara harus bayar ekstra, sepertinya buat asuransi keselamatan selama di Kosovo.


Memang mendekati perbatasan Kosovo-Serbia banyak sekali bendera Serbia berkibar disepanjang jalan. Ini kelakuan orang2 Serbia yang tinggal di Kosovo yang tidak menginginkan Kosovo lepas dari Serbia. Jumlah mereka sekitar 20% dari populasi Kosovo.


Setelah perang dunia 2, Yugoslavia dipimpin Jozip Broz Tito, sahabat Sukarno dan merupakan satu diantara 5 tokoh pelopor berdirinya non blok (Indonesia, Yugoslavia, Mesir, India, dan Ghana). Luar biasa visioner bukan si Tito ini ? Ditengah dua kekuatan raksasa barat dan timur, dia memilih netral. Waktu itu sudah ada NATO (1949) dan juga baru berdiri pakta warsawa tahun 1955 oleh Uni Sovyet, Poland, Albania, Bulgaria, Jerman Timur, Ceko, Hungaria, dan Romania. Pakta ini dibentuk atas reaksi masuknya Jerman Barat bergabung dengan NATO tahun 1955.


Presiden Tito (etnik Kroasia) yang menikah dengan perempuan etnik Serbia berhasil memimpin Yugoslavia dan sangat dicintai rakyatnya. Meski etniknya saling perang satu sama lain, tetapi mereka semua mencintai Tito. Ini cerita dari pemilik apartment AirBnb yang aku tinggali di Sarajevo, seorang mahasiswa elektro di Sarajevo university.


Yugoslavia didominasi etnik Serbia (36,3%) disamping etnik lain seperti Kroasia (19,7%), Albania (7,7%), muslim Bosnia (8.9%), Slovenes (7,8%), Macedonians (6,0%), Montenegrin (2,6%),Yugoslava (5,4%),dan berbagai etnik lainnya ( 5,6%).


Tito menempatkan 80% pabrik dan industrinya di wilayah Bosnia yang berada ditengah2 6 wilayah bagian Yugoslavia (Serbia, Bosnia, Slovenia, Kroasia, Montenegro, dan Makedonia).


Alasannya karena Bosnia kaya akan sungai dan pegunungan untuk pembangkit listrik air, juga Bosnia paling kaya akan hasil tambang mineral. Dari 80% pabrik itu, sekitar 60%nya ialah pabrik pembuatan peralatan militer. Ini yang kelak menjadikan bosnia menjadi negara yang paling parah karena perang setelah kematian Tito.


Setelah Tito meninggal pada 4 mei 1980 di ljubljana, keadaan Yugoslavia yang multi etnik mulai bergolak karena dia tidak mempersiapkan pengganti yang kuat. Slovenia dan Kroasia melepaskan diri dari Yugoslavia pada 25 juni 1991, Makedonia pada 25 september 1991, Bosnia lepas pada mei 1992, sementara Serbia dan Montenegro membentuk republik federal Yugoslavia atau Yugoslavia Baru. Memang orang2 Serbia yang paling ngotot agar Yugoslavia tetap berdiri. Dan itu menjadi alasan utama kenapa banyak perang di negara2 bekas Yugoslavia.


Di Bosnia sendiri didominasi 3 etnik grup, Bosnia (48.4%) yang muslim, 32.7% etnik Serbia yang orthodox, dan 14.6% etnik Kroasia yang katolik, sisanya 4,3% dari berbagai etnik.


Dengan banyaknya pabrik2 dan tambang di bosnia, menjadikan wilayah ini rebutan etnik2 besar, yaitu Bosnia, Serbia, dan Kroasia. Akibatnya Bosnia bergolak dan terjadi perang Bosnia dari 6 April 1991 sampai 14 desember 1995, pelakunya ya tiga etnik tadi. Perang itu diantaranya: perang antara etnik Serbia dan etnik Kroasia; perang antara etnik Serbia dengan muslim Bosnia; perang antara etnik Serbia dengan (aliansi muslim Bosnia dan etnik Kroasia); perang antara muslim Bosnia dengan etnik Kroasia; perang antar muslim di Bosnia bagian barat.


Etnik Kroasia tinggal di bagian selatan dan barat. Mereka sempat mendirikan republik Kroasia Herzeg-Bosnia, beribukota di Mostar antara tahun 1992-1994. Di periode ini terjadi pengahancuran jembatan tua Mostar.


Etnik Bosnia tinggal di wilayah tengah dengan Ibukotanya Sarajevo. Bosnia pernah berada dibawah kekuasaan Turki Usmaniyah dari 1463 sampai 1878, dan baru bergabung dengan Austria-Hungary pada 1908.


Etnik Serbia menepati wilayah Bosnia yang dekat dengan perbatasan Serbia, mereka sempat mendirikan republik Srpska (1992-1995), beribukota di Pale, dengan presiden pertama Radovan Karadzic (etnik Serbia kelahiran Montenegro), yang merupakan otak penbantaian Srebrenica dan menjadi pelaku utama pengepungan kota Sarajevo yang berlangsung dari 2 april 1992- 29 februari 1996 atau tepatnya selama 3 tahun 10 bulan 3 minggu dan 3 hari yang menewaskan 13.952 orang (9.429 etnik Bosnia muslim, 3.573 etnik Serbia, 810 etnik Kroasia)


Akhir dari perang Bosnia yang berlangsung dari 6 april 1992-14 desember 1995 atau tepatnya selama 3 tahun, 8 bulan 1 minggu dan 6 hari yang menewaskan lebih dari 100k orang ialah perjanjian dayton awal november 1995 yang dihadiri presiden Serbia Slobodan Milosevic, presiden Kroasia Franjo Tudman, presiden Bosnia Alija Azetbegovic. Setelah itu ditandatangani di Paris pada 14 desember 1995. Isi perjanjian tentang pambagian kekuasaan dan struktur pemerintahan di Bosnia Herzegovina yang cukup rumit.


Jadi Bosnia Herzegovina ini terdiri dari dua zona utama yaitu republik Sprska yang penduduknya mayoritas etnik Serbia dan (federasi Kroasia dan muslim Bosnia).


Untuk mengakomodasi ketiga etnik itu maka Bosnia mempunyai 3 orang presiden dari masing2 etnik yaitu Serbia, Kroasia, dan Bosnia:), ditambah 2 wakil presiden, dan 5 parlemen, 180 mentri untuk negara dengan penduduk sekitar 3.3 juta.


Situasi ini yang menyulitkan Bosnia sekarang. Karena seandainya ada sebuah kebijakan bagus dari salah satu presiden tapi tidak disetujui oleh satu presiden lainnya, maka kebijakan itu tidak bisa dijalankan. Ini salah satu faktor kenapa sampai sekarang Bosnia belum bisa bergabung dengan EU, sementara saudaranya Slovenia bergabung EU pada 2004 dan Kroasia pada 2013. Slovenia merupakan negara bekas Yugoslavia yang paling maju, paling awal keluar dari Yugoslavia, dan paling minim konflik. Selama explore Bosnia, suka ketemu pabrik2 yang sudah mati, tidak ada kegiatan lagi, dan dibiarkan begitu saja.


***


Bosnia indah alamnya. Banyak sungai yang airnya hijau atau biru dan gunung2. Kota2 yang wajib dikunjungi ialah Sarajevo dan Mostar. Mostar terkenal dengan kota tuanya, mesjid Koski Mehmed Pasa yang dibangun tahun 1618, juga stari most yang artinya jembatan tua. Dibangun jaman ottoman pada 1557 dan selesai dalam 9 tahun diatas sungai Neretva dan menghubungkan dua bagian kota Mostar. Jembatan ini didesain oleh Mimar Hayruddin, murid dari legendnya arsitek ottoman, greatest architect of all time (menurutku), yaitu Mimar Sinan. Tingginya 34m dengan panjang 30m, lebar 4m.


Mostar Bridge

Sayangnya jembatan ini dihancurkan oleh tentara Kroasia pada 9 November 1993. Akhirnya dibangun jembatan baru pada 2004 dan masih bisa kita saksikan sampai sekarang. Di musim panas diadakan lomba loncat dari jembatan ini dan banyak diikuti turis asing. Bro Ali Al Selayari kalau ikut mungkin bisa menang :p


Karena pernah dibawah kekuasaan Turki Usmani selama lebih dari 400 tahun membuat Bosnia mempunyai banyak kesamaan dengan Turki, baik budaya, mesjid, maupun makanan. Orang Bosnia bilang bahwa kopi turki yang disajikan dalam dalam gelas2 kecil dan dimakan bersama manisan aslinya dari Bosnia, tapi orang Turki mengklaim itu asli Turki :)

Wallahualam.



Makanannya juga enak2, dan mirip2 makanan Turki, didominsai daging dan roti. Diantaranya ada burek (roti dengan daging di dalamnya, seperti piza), cevapi (kebabnya bosnia, berbentuk seperti empek2 lenjer), dolma, baklava, salad, juga berbagai sup.




Mesjidnya persis dengan mesjid Turki. Pernah ikut jumatan di Mostar. Pas masuk mesjid duduk di depan, imamnya ceramah sambil duduk dilantai. Tidak lama banyak ibu2 yang masuk mesjid dan mengisi barusan belakang mesjid:)

Jumlahnya lumayan, bisa puluhan. Selesai ceramah, semua ibu2 tadi keluar mesjid, baru dilanjutkan adzan dan khotbah seperti biasa.


Mesjid2 di tempat2 wisata banyak yang dibuka pas jam sholat tiba, lalu sholat berjamaah dan setelah itu mesjid dikunci, mungkin karena banyak turis yang masuk berteduh :)


Keadaan Bosnia sekarang lumayan aman, perkembangan kota Sarajevo sangat pesat dan kita masih bisa menikmati tram2 tua yang berwarna warni. Turis makin banyak yang berdatangan, baik dari Amerika, Eropa, maupun negara2 muslim lainnya, sempat ketemu rombongan turis dari Turki, Saudi, dan Malaysia.


Masjid di kota tua Sarajevo

Pas di Mostar habis sholat maghrib berjamaah, sempat disuruh menunggu sebentar karena akan dikasih oleh2 dari seorang pengurus mesjid, berupa produk buatan penduduk setempat. Mereka senang sekali mendapat kunjungan saudara muslimnya dari negara lain.


Kalau mau ke Bosnia dari Stavanger, bisa hajar darat lewat Denmark-Jerman-Austria-Slovenia-Kroasia dan Bosnia, sekitar 2700km bisa ditempuh selama kurleb 30jam, bisa mampir ke Venice yang cuman 2.5 jam dari ljubljana, ibukota Slovenia. Bisa juga dengan pesawat ke Kroasia. Dulu sebelum covid, pas summer banyak tiket murah ke Split atau Dubrovnik dari Stavanger (restplasser, finn), dari situ bisa sewa mobil. Dari Split atau Dubrovnik ke Mostar butuh sekitar 2.5 jam nyetir, ke Sarajevo sekitar 4 jam. Atau bisa naik pesawat lalu naik bus, biasanya banyak backpacker muda yang explore negara balkan di saat summer pakai bus, karena harga2 murah dan alamnya indah :)




Di Bosnia menuju sentrum

Kota tua Sarajevo

Untuk melihat foto-foto lainnya silakan intip di sini.



 
 
 

Comments


© 2023 by Loui Design

bottom of page